KaltengMining.com |
Kalteng Mining ARTIKEL / OPINI MASALAH GEOLOGI PERTAMBANGAN |
| Anda Pembaca ke | ||||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||||
|
JUDUL ARTIKEL / OPINI
RENCANA PEMBANGUNAN REL KERETA API DI KALIMANTAN TENGAH DARI SUDUT PANDANG KONSERVASI PERTAMBANGAN (Sutoto Abadi)
Akhir akhir ini Kalteng Pos banyak memuat tulisan dan tanggapan dari para tokoh di Kalimantan Tengah baik dari kalangan anggota dewan, mantan pejabat, budayawan maupun LSM terkait rencana jalur kereta api dari Kalimantan Tengah menuju ke Kalimantan Timur yang digagas oleh Pemeritah Pusat. Tanggapan-tanggapan tersebut muncul akibat pertanyataan Gubenur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang yang menyatakan akan mundur sebagai gubernur bila pemerintah pusat memaksanakan kehendak membangun kereta api dari Kalimantan Tengah (Murung Raya/Barito Utara) ke Kalimantan Timur yang rencananya akan menggandeng investor dari Uni Sovyet. .Pernyataan keras dari Gubernur Kalimantan Tengah tersebut timbul karena Kalimantan Tengah juga telah merencanakan pembangunan rel kereta api dari Puruk Cahu ke Bengkuang di Barito Selatan dengan sistim BOT yang Study Kelayakannya disusun oleh Bappenas dan kalau tidak salah telah memasuki proses lelang. Dalam beberapa kesempatan saya medengar langsung dari beliau bahwa sebenarnya belau tidak menolak gagasan pembangunan rel dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Timur asal gagasan Kalteng telah terealisir Terkait dengan dukung mendukung dan tolak menolak kedua rencana tersebut saya ingin ikut urun rembug dari sudut latar belakang pendidikan saya yaitu teknik pertambangan karena rencana jalur kereta api tersebut pengungkitnya adalah potensi tambang batubara di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara yang pengangkutannya mengalami kendala. Sebelum mengulas tentang rencana pembangunan rel kereta api, terlebih dahulu saya akan mencoba menguraikan hal-hal sebagai berkut: A. Konservasi Pertambangan / Konservasi Mineral dan Batubara Sumberdaya mineral maupun batubara adalah non renewable resources atau sumberdaya alam tak terbarukan yang artinya habis sekali pakai karena tidak akan ada lagi sumberdaya yang terbentuk setelah sumberdaya tersebut digunakan. Kalaupun terbentuk akan memakan waktu jutaan tahun lagi. Terkait dengan sifat sumberdaya batubara yang demikian benak orang tambang yang baik akan berusaha keras agar penambangan pengolahan dan pengusahaannya se optimal mungkin dan memberikan benefit bagi perusahaan Negara dan masyarakat maupun lingkungan. Untuk maksud tersebut maka dalam pengusahaan pertambangan harus menerapkan prinsip-prinsip konservasi pertambangan atau bahan galian. Pengertian konservasi pertambangan ini sangat berbeda dengan pengertian konservasi di sektor kehutanan dan yang lainnya. Pengertian konsertvasi pertambangan mengandung maksud agar pengusahaan pertambangan se optimal mungkin menghindari terbuangnya mineral atau batubara secara percuma (rudenden) baik dalam proses penambangan, pengolahan maupun pengangkutannya. dan memberikan jaminan usia pemanfaatan sumberdaya yang lebih lama. Untuk maksud tersebut maka teknik penambangan, pengolahan dan pengangkutan batubaranya dipilih yang paling murah tetapi aman baik ditinjau dari keselamatan kerja maupun lingkungan agar sumberdaya mineral atau batubara yang ada se optimal mungkin dapat menjadi cadangan batubara dengan catatan pengertian sumberdaya batubara adalah jumlah batubara yang ditemukan di alam, sedang cadangan batubara adalah jumlah batubara yang ekonomis ditambang sesuai dengan teknologi dan ekonomi dan politik pada saat itu. Ilustrasi terhadap kondisi ekonomi dan politik saat itu bisa dilihat dari besarnya fluktuasi harga batubara yang bersumber dari IMF (Australian Thermal Coal, FOB Port Kemble, US Dollar per metric ton) seperti grafik berikut:
B. Sumberdaya Batubara Kalimantan Tengah Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Tengah yang termuat di Web. http://www.KaltengMining.com di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah telah ditemukan sumberdaya batubara lebih dari 5 milyar ton. yang utamanya terdapat di Das Sungai Barito. Potensi ini bila dibandingkan dengan Provinsi Kaltim dan Kalsel memang belum seberapa. Kualitas batubara di Provinsi Kalimantan Tengah cukup beragam, dari kualitas rendah hingga sangat tinggi. Bila ditinjau berdasarkan nilai kalorinya juga beragam dari sangat tinggi (> 7.500 cal/gr) hingga rendah (< 5.000 cal/gr). Batubara yang dijumpai Di Kabupaten Murung Raya bahkan banyak yang masuk dalam kategori Cocking Coal yang pasar utamanya ekspor dan harganya jauh diatas batubara jenis thermal seperti seperti tersebut diatas. Disamping itu, batubara di Kabupaten Murung Raya dan mungkin di Kabupaten lain nanti, ditemukan juga batubara yang keterdapatannya jauh dibawah tanah yang bila ditinjau dari segi lingkungan dan kondisi lahan diatasnya hanya baik bila ditambang dengan pola tambang tertutup., Perlu diketahui bahwa para ahli geologi ada yang memperkirakan formasi endapan batuan pembawa batubara yang ada di Kalimantan Tengah khususnya fomasi tanjung ketebalannya mencapai 500m. Ini artinya dimungkinkan adanya endapan batubara yang kedalamannya mencapai 500 meter dari permukaan tanah, padahal sampai saat ini umumnya kedalaman pemboran batubara hanya sekitar 70 m saja. C. Biaya Angkutan Batubara Biaya angkutan memegang peran utama didalam biaya pengusahaan tambang batubara. Bila biaya pengangkutan semakin rendah maka sumberdaya batubara yang menjadi cadangan menjadi semakin tinggi. Bila biaya pengangkutan semakin tinggi maka sumberdaya batubara yang menjadi cadangan semakin kecil. Angkutan batubara dari lokasi tambang ke vessel (di pelabuhan laut) di Indonseia umumnya adalah angkutan darat (truk dan kereta api) dan angkutan sungai (tongkang). Berdasarkan berbagai sumber yang saya peroleh dari yang terendah hingga tertinggi adalah sebagai berikut: 1. Biaya angkutan dengan tongkang berkisar antar 0,02 - 0,03 USD/ton/km (tergantung ukuran tongkat, jumlah muatan dan kendala2 yang mungkin dihadapi di perjalanan) 2. Biaya ankutan darat dengan truk berkisar antara 0,2 – 0,3 USD/ton/km (biaya ini termasuk biaya pemangunan dan pemeliharaan jalan yang besarnya tergantung dari kondisi lahan dimana jalan tersebut dibangun) 3. Biaya angkutan dengan rel kereta api berkisar antara 0,04 – 0,05 USD/ton/km ( Diperoleh informasi bahwa PT. KAI kurang lebih 3 tahun yang lalu mengangkut batubara dari Bukit Asam ke Lampung dengan biaya ± 0,03 USD/ton/km, tetapi pada saat itu PT. KAI dengan tarif itu mengaku rugi sehingga sedang berupaya meminta harga yang lebih tinggi) D. Rencana Pembangunan Rel di Kalimantan Tengah. Pembangunan rel kereta api dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Timur tahap pertama adalah 135 km. Dirancang untuk mengangkut batubara dari wilayah Kalimantan Tengah ke S. Mahakam yang dapat dilayari tongkang dengan muatan 10.000 ton. Pembangunan rel kereta api dari Puruk Cahu ke Bengkuang (Barito Selatan) sejauh ± 185 km. Dirancang untuk mengangkut batubara dari wilayah Kalimantan Tengah (Murung Raya/Barito Utara) ke tepi S.Barito yang dapat dilayari tongkang kapasitas 8.000 ton. Berdasarkan study kelayakan dibangun dengan system BOT (dibangun dan diperasikan oleh swasta selama 20 tahun baru diserahkan ke Pemerintah/Pemda). Agar pembangunan rel kereta api dari Puruk Cahu ke Bengkuang menarik bagi investor, didalam study kelayakan diasumsikan batubara yang diangkut minimal 20.000.000 juta ton per tahun dan biaya pengangkutan dari Puruk Cahu ke Bengkuang di patok 22 dollar Amerika. Berdasarkan uraian tersebut saya mencoba membandingkan rencana pembangunan rel kereta api dari Kalimantan Tengah (Murung Raya / Barito Utara) ke Kalimantan Timur dan dari Murung Raya (Puruk Cahu) ke Bengkuang (Barsel) sebagai berikut: 1. Ditinjau dari segi pemerintah provinsi jelas lebih menguntungkan lewat Bengkuang karena potensi sumberdaya alam yang tersisa (setelah kayu habis), dapat digunakan sebagai pengungkit pembangunan infra struktur yang diharapkan dapat memacu pengembangan sector lain. 2. Ditinjau dari sisi pengusaha khususnya yang mempunyai lokasi tambang di Kabupaten Murung Raya jelas akan memilih jalur ke Kaltim karena: a. Angkutan batubara menuju vessel di laut relative sama dengan apa yang mereka telah lakukan selama ini dengan keuntungan kegiatan tambang bisa sepanjang tahun. b. Apabila tujuan ekspornya jepang dan korea lebih menguntungka via Kaltim karena angkutan vesselnya lebih pendek. c. Angkutan batubara melalui bengkuang jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya angkutan yang mereka lakukan selama ini. Walau tidak dapat sepanjang tahun biaya angkutan dengan tongkang ke Bengkuang kira-kira hanya 6 dollar sedangkan dengan kereta dipatok 22 dollar. 3. Ditinjau dari sisi konservasi mineral dan batubara jelas menguntungkan via Kalimantan Timur karena: a. Bila angkutan ke konsumen lebih murah maka cadangan (sumberdaya mineral dan batubara.ekonomis untuk ditambang) akan lebih besar sehingga umur tambang dan peluang lapangan kerja lebih lama. b. Lebih memungkinkan endapan batubara yang keterdapatannya jauh didalam tanah masih ekomomis untuk ditambang. c. Lebih memungkinkan batubara kalori rendah ekonomis untuk ditambang. 4. Ditinjau dari segi penerimaan Negara secara langsung (royalty) lebih menguntungjkan via Kaltim karena perhitungan royalty dihitung berdasarkan jumlah bahan yang tergali dan asal keterdapatan bahan galian tersebut. 5. Ditinjau berdasarkan lingkungan masih bisa di perdebatkan karena: a. Pembukaan lahan untuk rel kereta api relative tidak terlalu besar. Misal lebar lahan yang dibuka 20 m, maka luas lahan yang dibuka bila rel ke Kaltim ± 270 ha dan yang ke Bengkuang ±370 ha. b. Kekhawatiran menjadi pemicu kerusakan hutan lindung di kanan kiri rel kerata api masih perlu diperdebatkan, khususnya bila ada upaya2 pencegahan untuk itu misalnya tidak membangun jalan darat yang lain selain jalur rel kereta api. c. Bila biaya angkutan lebih murah maka memungkinkan pembukaan lahan tambang kearah vertical tetapi bila biaya angkutan lebih murah maka pembukaan lahan lebih memungkinkan kearah horizontal. 6. Benefit untuk masyarakat Kalimantan Tengah mungkin lebih menguntungkian via Bengkuang khususnya bila masyarakat Kalimantan Tengah mampu memanfaatkan peluang yang ada. A. Kesimpulan Ditinjau dari segi konservasi pertambangan rencana pembangunan rel kereta api ke Kalimantan Timur dalam jangka panjang lebih baik / lebih menguntungkan. Demikian uraian singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat untuk pembaca semua.
|
| ||||||||||||||||||||||
|
KONTAK KAMI : sutoto_abadi@yahoo.com |
||||||||||||||||||||||||
|
Visi Kami : Sumberdaya mineral dan batubara merupakan karunia Tuhan yang tidak dapat diperbaharui hendaknya digali dan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemaslahatan umat. |
||||||||||||||||||||||||
|
Misi Kami : Mendorong terwujudnya penggalian dan pemanfaatan sumberdaya mineral dan batubara dilakukan dengan prinsip-prinsip konservasi bahan galian, aman, berwawasan lingkungan sehingga menguntungkan semua pihak (masyarakat, karyawan, pengusaha dan Pemerintah/Negara) . |
|