|
PRODUKSI KONSENTRAT PASIR ZIRCON
(ZrSiO4) TAHUN 2008-2010 (TON)
Pada tahun 2008 produksi konsentrat
Pasir Zircon
di Kalimantan Tengah yang terbanyak dihasilkan dari Kabupaten
Katingan, disusul oleh Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin
Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya. Produksi
konsentrat pasir zircon tersebut mempunyai kecenderungan terus menurun.
Penyebabnya diperkirakan adalah Ada kebijakan pemerintah Provinsi yang
tidak memberikan IP2BG terhadap zircon yang dihasilkan dari
kawasan hutan yang belum di pinjam pakai.
Produksi April -
Juli 2010
nampak naik tetapi ini hanya karena adanya dispensasi pengengkutan
terhadap barang-barang yang sudah terlanjur tergali. Pada bulan
September dispensasi pengangkutan dan penjualan untuk zirkon yang
telah tergali dicabut oleh Gubernur karena berdasakan hasil
pengecekan lapangan terhdap laporan data zirkon yang tergali
ternyata tidak benar. Untuk memenuhi dispensasi yang diberikan oleh
Gubernur para pengusaha ternyata menambang kembali sehingga pada
bulan September 2010 dispensasi dicabut.
Produksi pasir
zirkon yang legal diperkirakan akan mulai kembali setelah draft
revisi RTRWP Kalimantan Tengah disetujui oleh Pemerintah Pusat.
Diperkirakan tingkat produksi zirkon untuk tahun 2011 tidak sebanyak
tahun 2008 karena kawasan APL di draft Revisi RTRWP yang
disetujui Menteri Kehutanan lebih sedikit dibanding dengan RTRWP
Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2003.
Pada tahun 2010 walaupun catatan resmi di dinas teknis tekait produksi zirkon sangat kecil bahkan pada tahun 2011 tidak ada catatan produksi sama sekali, tetapi data eksport zirkon dari Kalimantan Tengah tetap masih ada.
GRAFIK PRODUKSI KONSENTRAT
PASIR ZIRCON (ZrSiO4) BULANAN
KALIMANTAN TENGAH
BERDASARKAN KABUPATEN PENGHASIL
PERIODE JANUARI 09-JUNI 2010

GRAFIK PRODUKSI KONSENTRAT
PASIR ZIRCON (ZrSiO4) BULANAN
KALIMANTAN
TENGAH
PERIODE JANUARI
2009 - JUNI 2010

GRAFIK PRODUKSI KONSENTRAT
PASIR ZIRCON (ZrSiO4)TAHUNAN
KALIMANTAN
TENGAH PERIODE 2007 - 2009

Sumber : IP2BG
|